Kamis, 17 Juli 2014

Israel Mulai Serangan Darat ke Gaza

Pasca gencatan senjata yang disepakati selama 5 jam dengan kelompok Hamas Palestina, Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza. Bukan hanya serangan udara, gempuran kali menggunakan jalur darat.

Seperti dimuat BBC, Jumat (18/7/2014), militer Israel mulai melancarkan serangan darat mulai hari ini ke perbatasan Gaza pada hari ke-10 Operasi "Protective Edge".

"IDF (Israel Defence Forces) mulai operasi darat ke jalur Gaza. Ini perlu dilakuka untuk memastikan keamanan warga Israel tanpa teror dari Hamas," demikian pernyataan militer Israel.

Juru bicara militer Israel Jenderal Moti Almoz mengatakan, pihaknya kembali meminta warga Gaza untuk mengungsi ke tempat lain, sebab mereka akan memperluas serangan sebisa mungkin.

"Saya harap warga Gaza segera pergi atau dievakuasi," ujar Moti Almoz.

Terkait langkah Israel tersebut, juru bicara Hamas, Fawzi Barhum mengatakan, serangan darat Israel langkah yang berbahaya. Menurut dia, itu langkah yang ceroboh dan kurang diperhitungkan.

"Mereka akan membayar mahal atas serangan itu," ujar Barhum.

Kantor Berita Palestina Maan melaporkan, Israel telah intensif memborbardir Gaza menggunakan pesawat, kapal laut dan senjata artileri. Hal ini membuat Gaza semakin mencekam. Dan warga dirundung ketakutan.

Konflik Israel dan Palestina terbaru ini dipicu oleh kasus penculikan. Sebelumnya tiga pemuda Israel tewas usai diculik kelompok yang disebut berasal dari Hamas. Kemudian remaja Palestina diculik dan dibakar hidup-hidup hingga berujung saling serang antara Hamas dan Israel.

Israel mulai melancarkan Operasi "Protective Edge" ke Gaza pada Selasa 8 Juli 2014 dini hari lalu. Akibatnya sekitar 220 warga Gaza tewas terkena rudal negeri zionis.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangannya untuk menghentikan peluncuran roket oleh Hamas dari Gaza. Mereka menuding Hamas bersembunyi di rumah warga, sehingga jatuhnya korban jiwa adalah kesalahan Hamas.

Namun bagaimanapun juga aksi Israel tak dibenarkan, karena merenggut nyawa warga sipil yang tak bersalah. Banyak kecaman datang kepada negara tersebut, termasuk dari Indonesia.



Rabu, 16 Juli 2014

Bantuan Masyarakat Indonesia Tiba di Gaza

Bantuan kemanusiaan rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza, yang disalurkan lewat lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), telah tiba di Palestina dalam wujud paket bantuan pangan.

ACT, dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Rabu (16/7/2014), menyebutkan bahwa sejumlah penduduk Gaza telah menikmati makanan berbuka yang penuh gizi yang disalurkan oleh mitra dan relawan lokal ACT di Gaza pada bulan Ramadhan ini.

Siaran pers itu menyatakan bahwa di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, relawan ACT bertekad segera mengirim paket makanan, obat-obatan, dan membuka Dapur Umum Ramadhan, serta pengadaan air minum dengan truk tangki air yang akan keliling di Gaza City.

ACT telah secara periodik menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Selain bantuan pangan untuk penduduk yang kehilangan mata pencaharian akibat perang, ACT juga mengirim donasi dari masyarakat Indonesia untuk kebutuhan kesehatan melalui Jabaliya Medical Centre. “Pengiriman dana operasional tergantung kebutuhan pihak Jabaliya Medical Centre,” kata Vice President ACT Ibnu Khajar.

Serangan udara Israel dalam beberapa hari terakhir telah membuat penduduk Gaza mengalami kesulitan yang lebih parah. Selain kesulitan memperoleh makanan, penduduk Gaza kesulitan mendapatkan air bersih. “Penduduk Gaza sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih karena air tanah disedot pihak Israel untuk keperluan penduduk Kota Tel Aviv dan daerah-daerah sekitarnya,” kata Senior Vice President ACT Imam Akbari.

Kantor di Gaza

ACT juga menyatakan dalam siaran persnya bahwa lembaga itu akan membuka kantor perwakilan di Gaza. Pembukaan kantor itu penting karena konflik Israel-Palestina dipastikan bakal berkepanjangan.

"Perang mungkin sekali waktu berhenti. Namun, efek perang, yang membutuhkan aksi-aksi recovery bagi korban-korban perang, khususnya masyarakat sipil, tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Belum lagi masalah insfrastruktur yang hancur atau rusak akibat perang. Dengan pembukaan kantor perwakilan ini, ACT ke depan bisa lebih cepat lagi melakukan aksi-aksi bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia, baik yang bersifat emergency maupun recovery,” kata Presiden ACT Ahyudin.

Senin malam lalu, ACT mengirim dua relawan, yakni Andhika P Swasono dan dr Fakhrur Razi, ke Palestina. Mereka akan memasuki Gaza melalui Jordania.

Obama Umumkan Sanksi Baru untuk Rusia



Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Rabu (16/7/2014) malam atau Kamis (17/7/2014) dini hari WIB, mengumumkan sanksi baru untuk Rusia terkait krisis di Ukraina.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Obama mengatakan, sanksi tambahan ini dijatuhkan ke Rusia sebagai langkah untuk menghentikan peningkatan gangguan keamanan di kawasan timur Ukraina yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Obama mengatakan, sanksi baru ini merupakan konsekuensi dari aksi Presiden Rusia Vladimir Putin di kawasan timur Ukraina tersebut.

Amerika Ancam Beri Sanksi Tambahan untuk Rusia



Amerika Serikat, Rabu (16/7/2014), memperingatkan Rusia bahwa sanksi untuk negara beruang merah itu bisa diperluas, baik ruang lingkup maupun targetnya, bila Moskwa terus menunjukkan aksi provokatif di Ukraina.

Seorang pejabat pemerintah senior AS mengatakan kepada wartawan pada telekonferensi bahwa sanksi ini dirancang untuk menghindari risiko yang berlebihan bagi perekonomian global. 

Saat berita ini diturunkan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama sedang menyampaikan pernyataan terkait kemungkinan sanksi baru untuk Rusia.

Senin, 14 Juli 2014

Ahok: Susah Lawan Roh Penjajah Belanda


Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku, kesulitan terbesar saat ini adalah memberantas korupsi di Indonesia, terutama dalam pemerintahan. Saking sulitnya, bahkan menurut pria yang karib disapa Ahok itu, memberantas korupsi ini lebih sulit daripada ketika para pejuang melawan penjajah dulu.

"Kata Bung Karno, yang susah itu bukan melawab penjajah Belanda. Tapi bagaimana kita lawan roh-roh penjajah Belanda yang memasuki pejabat dengan korupsinya," kata Ahok dalam sambutannya di acara Penyerahan Pendayagunaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Menurut Ahok, seluruh ibadah yang dilakukan akan percuma apabila melakukan tindakan korupsi dalam bentuk apapun. Apalagi jika yang korup itu adalah pejabat pemerintahan. Karena mereka disumpah untuk melayani dan menyejahterakan warga.

Jika hal itu dilanggar dengan menyelewengkan uang rakyat, maka menurutnya sama saja dengan mengingkari ajaran agama.

"Saya ingat Perdana Menteri Belanda Abraham Kuyper bilang, kalau kita tidak perhatikan rakyat miskin berarti mengingkari firman Tuhan. Jadi masa sesama warga Jakarta tidak lakukan itu," ucapnya.

Pasalnya, lanjut dia, masih banyak warga DKI yang kekurangan. Terutama soal pendidikan. Menurut riset Bank Dunia, ada sebanyak 40% anak usia 16-18 tahun di Jakarta yang belum mampu mengenyam pendidikan karena masalah ekonomi.

Biaya sekolah saat ini mencapai Rp 600-Rp 800 ribu per bulan. Sedangkan, Kartu Jakarta Pintar (KJP) baru bisa membantu Rp 300 ribu per bulan.

"KJP rawan penyelewengan dan rawan melawan regulasi. Karena dana hibah kan hanya boleh 3 tahun atau 3 kali," ucap Ahok.

3 Bank Malaysia Merger, RI Siap Konsolidasikan Ratusan Bank




Pemerintah menanggapi positif rencana konsolidasi tiga bank Malaysia, yakni CIMB, RHB Capital dan Malaysia Building Society.
Dengan aksi tersebut, Indonesia akan mengikuti jejak penggabungan (merger) perbankan tersebut dalam jangka panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung (CT) mengungkapkan, tren ke depan setiap negara pasti ingin memiliki perbankan dengan skala aset yang lebih besar. Salah satu cara paling mudah adalah melalui merger, seperti yang dilakukan tiga bank negeri tetangga.

"Apa yang dilakukan Malaysia lewat CIMB dengan dua institusi keuangan memang mengarah pada sebuah arsitektur perbankan yang besar. Ini sebenarnya tren global, bukan saja di Malaysia, tapi sudah dilakukan di Amerika, Eropa dan sekarang di Asia," paparnya sebelum Rapat Komite Ekonomi Nasional di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Menurut dia, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang sama, mengingat ada ratusan perbankan di Indonesia namun masih berskala kecil.
CT juga mengaku, negara ini tak perlu cemas apabila Malaysia mengambil langkah lebih cepat dalam konsolidasi perbankan.

"Kita nggak ketinggalan dengan mereka kok, nggak usah khawatir. Indonesia pun akan menuju ke arah sana karena ada lebih dari 100 bank di sini tapi sizing-nya kecil-kecil. Dan jumlah itu terlalu banyak," jelas dia.

Meski belum tahu akan dikerucutkan menjadi berapa bank, namun CT mengatakan merger merupakan sesuatu yang tak bisa dipaksakan. Dengan peleburan atau konsolidasi perbankan, maka akan terjadi efisiensi dan peningkatan produktifitas.

"Saya belum tahu idealnya berapa jumlah bank, tapi sesuatu bank harus merasa dirinya perlu untuk masuk menjadi bagian dari kelompok yang besar itu. Jadi persentase saham mengecil, tapi kecil dari bagian yang besar itu lebih besar daripada besar dari bagian kecil. Akibatnya ada nilai tambah saham bagi pemilik bank itu," ujar dia.

Konsolidasi perbankan di Indonesia, tambahnya, perlu dilakukan secara bertahap dan apa adanya, di samping upaya pemerintah untuk terus mendorong iklim usaha yang baik kepada para pemilik bank.

Ini berjalan nature, karena bank dengan sizing yang besar sangat dibutuhkan. Jumlahnya biar lebih sedikit, tapi bank-nya besar-besar sehingga bisa bersaing dengan perbankan dalam maupun luar negeri.